Untuk Peringatan Saya

Syair Si Burung Pingai ~ Hamzah Fansuri

Mac 14, 2007

Hamzah sesat di dalam hutan
pergi uzlat berbulan-bulan
akan kiblatnya picek dan jawadan
inilah lambat mendapat Tuhan

Unggas pingai bukannya balam
berbunyi siang dan malam
katanya akal ahl al-alam
Hamzah Fansuri sudahlah kalam

Tuhan hamba yang punya alam
timbulkan Hamzah yang kalam
ishkinya jangankan padam
supaya warit di laut dalam

~ Hamzah Fansuri

Search This Blog

Popular Posts

Saturday, September 3, 2011

Anak Laut..Dari Antologi Anak Laut

Segar angin laut
mengembalikan rindunya pada kolek
bagai buih kecil terapung di air
menjaring sedikit rezeki
dan sisik ikan
kulit ketam
kepala sotong
dan
kaki udang yang bersimpati
Seperti kolek terdampar di pasir
menampakkan urat jalur-jalur tua
anak laut itu sudah dapat meneka
langkahnya hampir tiba
pada muara Pencipta.

Pelayaran Sang Waktu...Penulis Cemen

waktu telah berlayar jauh meninggalkan kenangan
ia tak akan kembali ke dermaga
karena sauh telah diangkat dari takdirnya

Seketika gelombang dan angin laut menghampa
Bahkan tiupannya sama sekali asing
Pantai tak acuh
Ombak tak peduli
Nyiur bahkan tidur di pondok2 reot nelayan

waktu telah jauh
benar-benar jauh
hampir sampai di ujung senja
tapi seketika jingga menghilang
langitnya mengambilnya
tapi waktu terus berlalu, tak pedulikan senja yang hilang
esok masih ada senja

Dermaga tak terlihat lagi
Waktu hanya bisa menengok, tak bisa kembali
Meski berontak
Meski Kering air laut
Meski tumpah seisi langit

Gerombolan burung camar pencari waktu
Sayap yang lelah terbakar matahari
Lelah, lalu mati satu satu
ditelan keputus asaan
Dan dari dermaga terdengar sorak harap
Agar waktu kembali menurunkan sauhnya

AKSARA MERDEKA...Wadi Leta S.A

Setelah sekian lama kita menyusun dan mewarnakan
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah bersejarah ini
yang kenal huruf tetapi terlupa maknanya
yang kenal angka tetapi terlupa nilainya
yang kenal bunyi tetapi terlupa nadanya
yang kenal rentak tetapi terlupa geraknya
yang kenal lagu tetapi terlupa iramanya
yang kenal akhir tetapi terlupa awalnya.
Setelah sekian lama kita membaca dan menghafal
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah tercinta ini
yang cerah mata tetapi gelap hati
yang cerdik minda tetapi dungu peribadi
yang cantik bahasa tetapi buruk sikap
yang lembut budi tetapi keras lagak
yang merdu suara tetapi sumbang bicara.
Setelah sekian lama kita mencatat dan merakam
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah pusaka ini
yang impikan kemajuan tetapi menolak teknologi
yang impikan kemakmuran tetapi membelakangkan ekonomi
yang impikan kesejahteraan tetapi mencetuskan pergolakan
yang impikan kegemilangan tetapi meremehkan wawasan.
Setelah sekian lama kita menganalisis dan mentafsir
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah bertuah ini
yang terlepas kaki tetapi terikat tangan
yang terlepas mata tetapi terikat jiwa
yang terlepas fakir tetapi terikat cita-cita.
Setelah sekian lama kita menjulang dan memarbatkan
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah bertuah ini
yang kasihkan bangsa tetapi bencikan pemimpin
yang cintakan agama tetapi menyelewengkan fatwa.
Setelah sekian lama menghargai dan menghormati
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah berdaulat ini
yang menanam bunga tetapi menabur duri.

Friday, September 2, 2011

Good news today.

It has been quite sometime since i view my flickr account..but today i decided to view my account and i saw a message send by a photo editor of a magazine wanted to purchase one of my photo from  the flickr's album.As you know that i am not a professional photographer so the message i had received is enough to give me much excitement.It's not because of the thrill of being paid but the because of knowing that a travel magazine wanted my photo  and getting credit for it.
Alhamdulillah.I just want to share the good news with my fellow viewers.


Suatu Senja Milik Sang Kelabu...omegachaos

Awal….
Berkhayal sebuah keindahan
Langkah menyusuri arung waktu
Bersahut dengan debur ombak
Tenang dalam hidup
Tak tergoyahkan si kelabu

Bertemu….
Sosok sendu senja sore
Ketika surya hendak membunuh hari
Terbias cahaya
Mengaliri air mata
Tak bersalah jatuh
Tak melawan sang bumi

Berakhir….
Keindahan sesaat sungguh
Hanya asa terputus
Keberadaan diri sang saksi
Mengawasi berakhirnya takdir
Membisu ketika menderu sang ombak
Menelan bulat hati yang gundah
Hilang sempat sang waktu tua
Untuk indah esok dan lusa

Sampai jumpa nona
Sang kelabu kan menemani
Mungkin esok entah lusa
Kini debur ombak berlanjut
Tak pernah asa terputus
Tak tergoyahkan sang kelabu
Hingga waktu tak menyangga lagi

Thursday, September 1, 2011

Sesudah Samudera Menghempas..upenyu


Kita bagaikan anak-anak ketam yang menganyamkan mimpi
pada suci hamparan pasir pantai
meninggalkan jejak seguris indah
buat santapan ombak membadai


Kita jadi dua insan terasyik
leka berpegangan tangan
menunggu angin
datang menyapa harapan
pun waktu sedetik terlewat
cinta dan rindu kaku tertambat
pada teritip di batu karang


Mimpi berbicara di takbir duka
kita saling berbahasa bisu
seusai samudera datang menghempas
pantai kita pun kembali sepi
ada retak di relung kalbu kasih
dan mimpi kita pun terlerai

Kidung Cinta sang Hamba....cisaat

Engkaulah Yang Tercantik
di dalam kesegala yang indah
tatkala terbitnya cahaya fajar kemerah-merahan,
tatkala kuntum-kuntum kembang
memekarkan kelopak-kelopak,
tatkala ombak menggulungi kebiruan samudera
tatkala rumput-rumput yang menghijau
menari-nari dihembusi sang bayu
tatkala sungai-sungai mengalirkan
simfoni arus yang merdu
tatkala beribu-ribu mergastua
bangkit dari belantara peraduan,
tiada sehelai tabir pun dapat menghalang Kecantikan-Mu
Engkaulah yang ada sebelum segalanya ada